ANALISIS YURIDIS PUTUSAN HAKIM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA UJARAN KEBENCIAN (Putusan Perkara Nomor: 13/Pid.Sus/2020/PN Tbh)

Authors

  • Inka Sisilia Putri UNIVERSITAS iSLAM INDRAGIRI
  • Fitri Wahyuni
  • Siti Rahmah

DOI:

https://doi.org/10.61069/juri.v1i2.26

Abstract

Perumusan masalah yang diangkat dalam Penelitian ini adalah (1) Bagaimana Analisis Putusan Hakim terhadap Pelaku Tindak Pidana Ujaran Kebencian (Putusan Perkara Nomor: 13/Pid.Sus/2020/PN Tbh)? (2) Apa Pertimbangan Hakim Terhadap Putusan Perkara Nomor: 13/Pid.Sus/ 2020/PN Tbh?

Jenis penelitian ini bersifat yuridis normatif dan sifat penelitian ini adalah deskriptif analitis. Sumber Data dalam penelitian ini adalah data sekunder. Adapun teknik pengumpulan data yang  dipergunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka (literature research). Analisa bahan hukum yaitu dilakukan secara kualitatif dengan menggunanakan metode deduktif.

Hasil penelitian dan pembahasan terhadap Ujaran Kebencian (Putusan Perkara Nomor 13/Pid.Sus/2020/Pn.Tbh) (1) Putusan hakim sudah memenuhi unsur kepastian hukum dan keadilan, sementara unsur kemanfaatan hukum belum terpenuhi dengan baik. Dilihat dari keadilan hukum telah memenuhi aspek keadilan, yaitu keadilan koresktif berupa pemberian sanksi kepada pelaku. Dilihat dari kepastian hukum sudah memenuhi asas kepastian, karena penentuan sanksi pidana kepada pelaku telah sesuai dengan peraturan yang ada, namun dari kemanfaatan hukum, cenderung belum memenuhi asas kemanfaatan, karena hukuman yang diberikan kepada pelaku relatif cukup ringan, sehingga memungkinkan pelaku mengulanginya kembali dan kurang memberikan pengajaran pada masyarakat secara umum. (2) dalam menjatuhkan putusan suatu perkara di pengadilan terdapat 2 jenis faktor pertimbangan Hakim, yakni Pertimbangan Yuridis yaitu pertimbangan hakim yang didasarkan pada fakta-fakta yuridis yang terungkap dalam persidangan dan oleh Undang-Undang ditetapkan sebagai hal yang wajib dimuat dalam putusan dan Pertimbangan Non-yuridis yaitu beberapa faktor diluar peraturan yang sudah diatur yang biasanya memikirkan unsur-unsur subjektif dari suatu perkara pidana.

Published

2022-08-31

Issue

Section

Artikel